Batu Bata
Tanaman Jagung
Kecapi
Tanaman Padi
Tanaman Timun

Minggu, 21 Juli 2019

Potensi Desa Batobella oleh "KKN55 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA"

POTENSI DESA BATOBELLA
Mengetahui potensi ekonomi desa menjadi sangat penting saat ini. Mengapa? Karena, ini merupakan salah satu langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas ekonomi di seluruh pelosok negeri. Sekitar kurang lebih sepuluh tahun terakhir, pemerintah telah gencar menggenjot ekonomi daerah. Caranya melalui beberapa program yang ditujukan ke desa-desa. Tujuan tak lain adalah untuk pemerataan pembangunan dan ekonomi. Sebagai wujud dari nilai yang terkandung di dalam UUD 1945.
DESA BATOBELLA memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.  Potensi tersebut meliputi antara lain: potensi sumber daya alam (SDA), potensi kelembagaan sosial, potensi sumber daya manusia (SDM), potensi sumberdaya sosial budaya, potensi sumber daya kepariwisataan,  potensi sumberdaya ekonomi kreatif
Potensi sumberdaya alam (SDA)
Beberapa potensi sumberdaya alam (SDA) desa yang dapat menjadi modal dasar pembangunan ekonomi  desa Batobella dalam kurun waktu 6 (enam) tahun mendatang antara lain:
1. Tanah Liat, Tanah Merah
Di desa Batobella, Tanah di desa Batobella hampir disemua dusunnya merupakan tanah merah, yang bisa dikelola menjadi Batu Bata, dimana warga memanfaatkan sumber daya alam ini menjadi bahan bangunan atau menjadi sumber tenaga kerja bagi warga Batobella, yang mana di setiap dusunnya pasti ada pabrik pembuatan Batu Bata, dan dalam sehari seorang warga bisa menghasilkan kurang lebih 2000 Batu bata jika produksinya lancar dalam sehari, dan jika tidak maka tiap harinya menghasilkan 400 Batu bata.
2. Tanaman Unggulan Desa
Tanaman unggulan desa yang dihasilkan warga batobela antara lain adalah,
Jagung
Jagung biasanya dimanfaatkan warga batobella  untuk campuran beras menjadi nasi biasa disebut nasi jagung, jagung juga biasanya dimanfaatkan warga sebagai lauk yang dicampur dengan tepung udang dan lain-lain.
Kacang
Kacang biasanya dimanfaatkan warga batobella untuk membuat rempeyek,kacang rebus dan kacang goring,ancang dan gulali.
Singkong
Singkong biasanya dimanfaatkan warga batobella untuk membuat keripik singkong,bonggol,pespes,jembleng.
Padi
Padi biasanya dijadikan warga batobella sebagai makanan pokok sehari-hari.padi setelah dimasak lalu menjadi nasi kemudian dimakan dengan lauk pauk.
Dimana kebanyakan warga Batobella menjadikan tanaman unggulan desa diatas untuk dijual kembali, dan sangat jarang sekali untuk dijadikan sebagai bahan olahan untuk dan dijual dipasaran/di toko-toko terdekat. Karna kurangnya Ide untuk mengolah tanaman unggulan tersebut, atau kurangnya minat warga Batobella untuk membeli bahan olahan dari tanaman unggulan desa tersebut.
3. Ternak unggulan desa
  usaha budidaya ternak seperti: sapi, kambing, babi, ayam buras dan ras, itik, dan lainnya masih cukup mampu untuk mendongkrak ekonomi keluarga.   Istilah celengan di masyarakat yang berarti investasi mikro di sektor ternak banyak dilakoni penduduk dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa, paling tidak untuk mengimbangi prilaku konsumtif.  ternak ayam, babi, itik, dan sapi banyak dibutuhkan untuk kepentingan pelaksanaan upacara ritual yadnya.  Jika warga dapat memenuhi kebutuhan ini dari dalam desanya sendiri, itu berarti akan dapat menguatkan ekonomi desa itu sendiri. Potensi ini juga belum maksimal dimanfaatkan warga. Usaha ternak ayam ras paling tinggi di desa  diikuti usaha ternak unggas lainnya, disusul usaha ternak babi, sapi dan kambing.
4. Perkebunan
Pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari musaceae.beberapa jenisnya (musa acuminate,M.balbisiana,dan M.xparadisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama.buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yang disebut sisir.hampir semua pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang,meskipun ada beberapa yang berwarna jingga,merah,hijau,ungu,atau bahkan hampir hitam.buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energy(karbohidrat) dan mineral,terutama kalium.pisang biasanya dimanfaatkan sebagai gorengan pisang,keripik pisang,kolak,nagasari,molen.
Kecapi
Kecapi sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya.nama-nama lainnya adalah kechapi(mal),sentol,santol atau wild mangosteen(ingg),santor(fil)dan lain-lain.nama ilmiahnya sandoricum koetjape (burm.f) merr. Buah Kecapi ini biasanya oleh warga batobella dijual ke pasar sebagai pendapatan tambahan.
Pepaya
Papaya biasanya dimanfaatkan oleh warga batobella dibuat rujak,sayur,dibuat masker akan tetapi warga batobella masih tabu tentang hal tersebut.
Mangga
Manga biasanya dimanfaatkan oleh warga batobella sebagai rujak,campuran pepes ikan,manisan.mangga juga menjual ke pasar sebagai pendapatan tambahan.
Durian
Durian buah ini biasanya berbuah setahun sekali pada musim tertentu.biasanya warga batobella menjualnya ke pasar sebagai tambahan pendapatan.
5. Sumber daya alam berupa Gunung
Didesa Batobella terdapat Gunung yang mungkin terlepas dari perhatian warga, gunung tersebut juga merupakan tempat beradanya batu yang terbelah, asal dari terbentuknya nama Batobella, didesa tobella. Ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata warga Desa Batobella atau Warga lain desa, tapi Karna medan perjalan yang ditempuh untuk mencapai ke gunung ini cukup curam dan tidak tersentuh aspal, maka jarang juga warga yang berkunjung ke tempat dimana asal usul desa ini tercipta.

potensi kelembagaan sosial
Potensi kelembagaan sosial yang ada di Desa Batobella adalah antara lain:
Muslimatan
Kegiatan ini adalah mengaji Yasinan, Sholawatan dan Doa bersama setiap malam jumat. Dilakukan oleh Ibu-ibu warga batobella dikediman masing-masing muslimat secara bergantian. Acra ini hanya dilakukan oleh Ibu-ibu warga Desa Batobella, sedangkan acara untuk anak muda/santri dinamkan FATAYATAN yang berada dibawah asuhan Muslimatan.
Fatayatan
Kegiatan ini adalah acara Khotmil alquran, dan Istighosah dimana kegiatan ini dilakukan setiap hari jumat manis, oleh ibu-ibu dan santri pondok pesan Darul Muta’allimin Batobella yang di laksanakan secara acak di rumah setiap warga yang ikut serta dalam kegitan tersebut. Juga acara yang terakhir adalah arisan ibu-ibu pada acara ini.
Acara ini diketuai oleh Syamsiah selaku pengurus Muslimat di Desa Batobella kegiatan ini sudah berjalan sejak 10 tahunan dan diikuti oleh kurang lebih 35 Ibu-ibu desa Batobella.
potensi Sumber daya Industri
ANYAMAN
Menganyam berarti mengatur bilah atau lembaran-lem baran secara tindih-menindih dan silang menyilang. Bilah atau lembaran-lembaran yang diatur tersebut dapat berupa bambu, janur, kertas, rotan.
Warga desa Batobela masih banyak yang melakukan pekerjaan menganyam. Mereka membuat hiasan dinding, alat dapur, tikar, dinding anyaman bambu dan peralatan rumah tangga untuk dipakai sendiri atau untuk dijual.
Pemilihan Bahan Yang Tepat Untuk Dianyam
Adapun untuk bahan yang bisa digunakan untuk dianyam yaitu:
Bambu
Janur
Kertas
Rotan
Pemilihan bahan untuk berkarya kerajinan anyaman perlu memperhatikan fungsi dan keindahan benda yang akan dibuat. Dalam pemilihan bahan yang tidak tepat dapat menyebabkan benda anyaman mudah rusak. Benda anyaman mungkin juga tidak indah, dan tidak aman untuk digunakan.
Sebagai contoh untuk membuat keranjang, geddeng, cobbuk nasi, budek nasi, tas ayam capil, dan tabing (dinding), karena selain kuat bambu juga mudah untuk dibentuk.
Bambu
bersifat lunak, mudah dihaluskan dengan pisau atau ampelas. Oleha karena itu, geddeng, cobbuk dan tabing dll. aman digunakan, kuat dan indah. Biasanya di desa Batobella yang umum digunakan adalah :
Geddeng
Geddeng adalah alat  pemisah beras dan padi atau melokoknya, yang biasa digunakan oleh warga Batobella, khususnya ibu rumah tangga sebelum menanak nasi.
Capil
Capil adalah topi yang terbuat dari anyaman bambu yang digunakan oleh warga Batobella baik ibu-ibu atau bapak-bpak biasanya digunakan untukpelindung kepala dari sinar matahari saat proses tanam-menanam disawah, ataujuga sering digunakan untuk memotong rumput (Ngarek) untuk makan sapi.
Cobbuk
Cobbuk adalah alat yang digunakan untuk mencuci beras, warga desa Batobella masih banyak yang menggunakan alat ini, karna dirasa lebih bagus, dan tahan lama, karna cara mengayamnya lebih renggang, sehingga air beras bisa langsung mengalir dari anyaman cobbuk tadi, dan juga dirasa lebih efektif dalam mencuci beras.
Tas ayam
Adalah biasa digunakan bapak-bpak untuk membeli atau menjual ayam ke pasar
Benda anyaman mungkin juga tidak indah dan tidak aman untuk digunakan. Sebagai contoh untuk membuat keranjang dan bakul dipilih bahan bambu, karena selain kuat bambu juga mudah dibentuk. Bambu bersifat lunak, mudah dihaluskan dengan pisau atau ampelas. Oleh karena itu, keranjang dan bakul bambu aman digunakan, kuat dan indah. Bayangkan jika keranjang dan bakul nasi dibuat dari daun kelapa atau kertas. Walaupun keranjang atau bakul nasi tersebut terlihat indah tetapi tidak dapat digunakan karena tidak kuat
Selongsong ketupat
 juga dibuat dengan teknik menganyam. Bahan yang baik untuk membuat selongsong ketupat yakni janur, daun pandan dan daun lontar. Bahan-bahn tersebut mudah dianyam dan aman. Kerajinan anyaman janur selain selongsong ketupat yakni kisa “tempat ayam” dan anyaman dekorasi pesta perkawinan. Dalam pemilihan bahan untuk berkarya kerajinan anyaman perlu memperhatikan fungsi dan keindahan benda yang akan dibuat. Pemilihan bahan yang tidak tepat dapat menyebabkan benda anyaman mudah rusak.
Selongsong ketupat juga dibuat dengan teknik menganyam. Bahan yang baik untuk membuat selongsong ketupat yakni janur, daun pandan dan daun lontar. Bahan-bahan tersebut mudah dianyam dan aman. Kerajinan anyaman janur selain selongsong ketupat yakni kisa “tempat ayam” dan anyaman dekorasi pesta perkawinan. Anyaman dari bahan kertas hanya tepat dan baik digunakan untuk membuat hiasan dinding, hiasan pigura dan hiasan benda-benda kerajinan seperti tempat pensil atau sampul buku.
potensi Sumber daya Seni dan Budaya
Rabbana Hadroh
Rabbana Hadroh adalah sebuah musik yang bernafaskan Islami yaitu dengan melantukan Sholawat Nabi diiringi dengan alat tabuhan dengan alat tertentu, mungkin ketika anda telusuri hadrah itu berasal dari Kebudayaan Timur Tengah lebih tepatnya dikenal dengan Marawis di Negeri Asalnya.
Hadrah masuk ke Indonesia diperkirakan sudah agak lama dan dibawa oleh pedagang-pedagang Arab ke tanah Melayu setelah agak lama di Melayu kemudian tersebarlah ke penjuru Nusantara dengan dibawa pedagang-pedagang Arab atau Melayu dan diperkirakan sekitar Abad 18 masuklah Hadrah di Tanah Madura tepatnya di Sumenep dibawa oleh para Pedagang-Pedagang Arab dan Melayu, mereka membaur ke masyarakat sekitar dan memperkenalkan Hadrah kepada masyarakat dan secara tidak langsung Hadrah mulai dikenal oleh masyarakat sampai saat ini.
Di Batobella sendiri Hadrah menjadi popular karena masuk di Pesantren yang diasuh oleh Kh.Adbul Mujib Chotib tepatnya di Dusun Denarah yang ada di Batobella dan uniknya lagi Hadrah di Batobella  mempunyai perbedaan tersendiri yaitu mulai dari nama alat tabuhnya sampai nama-nama pemainnya, berikut penjabaran dari nama-nama alat tabuh dan para pemain Hadrah :
Alat Tabuh Berupa Gendang dan dibagi menjadi 3 Jenis yaitu :
1. Gendhang Korbiyen
2. Gendhang Budu’en
3. Gendhang Peca’an
Drumband
Drumband adalah salah satu kesenian yang ada didesa batobella,dibatobella sendiri drumband  ada 3 yaitu ada di dusun perkoning 2 drumband  dan di dengarah 1 drumband yang diketuai oleh bapak badrun dimana pada drumband ini terdapat barongsai, yang biasanya dimainkan oleh para remaja batobella kurang lebih 23 0rang.drumband ini dimainkan pada saat-saat tertentu seperti acara manten,karnaval,haflatul imtihan,dan acara lomba-lomba tertentu.dan pendapatan setiap orang berkisar antara Rp 20.000- Rp 25.000.
Potensi Sumber daya manusia (SDM)
merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi Desa, sebagai salah satu fungsi dalam peranan pentig yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM). MSDM tersebut dilakukan baik di daerah pedesaann maupun daerah perkotaan. Namun. Dimana pedesaan merupakan penopang ekonomi perkotaan. Jika SDM di pedesaan dibangun dan diorganisasi serta diberi pendidikan dan pelatihan yang baik, bukan tidak mungkin akan berkembang seperti SDM yang berada di perkotaan dimana mereka dapat menguasai teknologi. Sehingga diharapkan jika SDM baik di perkotaan maupun pedesaan dapat berkembang dengan pesat dan baik, maka Negara Indonesia yang termasuk dalam lima besar negara berpenduduk terbesar di dunia.
Dalam membangun ekonomi desa, warga Batobella juga melangsungkan gotong royong baik berupa gotong royong permodalan seperti koperasi, maupun gotong royong  perguliran pembiayaan seperti arisan dana dan barang.  Pola pembangunan ekonomi seperti ini akan melahirkan pemerataan ekonomi keluarg


Sabtu, 20 Juli 2019

KKN55 Tematik UTM, Turut mendisiplikan siswa baru MTS -SMA Di Yayasan Darul Muta'allimin selama Masa Orientasi Siswa (MOS) Masa bhakti 2019-2010

KKN55 Tematik UTM, Turut mendisiplikan siswa baru MTS -SMA Di Yayasan Darul Muta'allimin selama Masa Orientasi Siswa (MOS) Masa bhakti 2019-2010

MOS (Masa Orientasi Siswa) yang dilaksanakan (15/07/2019) sampai tanggal 17/072019 KKN55 UTM turut serta dalam proses menanamkan Mindset Disiplin, Keterampilan, Kesehatan Melalui beberapa aspek

1. Penyampaian Materi
Yang berupa, Keorganisasian,Kebangsaan, Kepemimpinan, Aswaja, Dasar-Dasar Pramuka, Pengenalan PMR (Palang Merah Remaja) Dan Motivasi Hidup.

2. Senam Sehat
Senam sehat yang dilakukan bersama oleh seluruh siswa Darul Muta'allimin desa Batobella dilapangan Bola tepat (16/072019) dihadiri pula oleh Bapak kepala sekolah MA Darul Muta'allimin, Bapak Barud.

3. Pelatihan Baris Berbaria
Pelatihan Baris Berbaris yang dilakukan hanya oleh siswa baru MA-MTS Darul Muta'allimin yang Dipandu langusung oleh TNI kec. Gegger.

Dengan adanya MOS ini diharapkan siswa dapat lebih tegas, dan disiplin terhadap segala hal yang dilakukan, serta mempunyai sikap/sifat KEPEMIMPINAN yang baik dalam pribadi individu.

Mahasiswa KKN 55 UTM (Universitas Trunojoyo Madura) berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu di dsn Dengarah

Posyandu di Dsn Dengarah bersama KKN 55 UTM


Mahasiswa KKN 55 UTM (Universitas Trunojoyo Madura) berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu di dsn Dengarah(20/07/2019), dalam kegiatan ini mahasiswa KKN 55 UTM membantu melayani masyarakat khusunya program bulanan kesehatan desa, yaitu imuniasasi balita dan batita di dusun Dengarah. Biasanya kegiatan ini rutin dilakukan setiap satu bulan sekali. Masyarakat sangat antusias datang ke posyandu. Tidak hanya itu posyandu yang di pandu oleh bidan Nanik di dusun Dengarah juga mengobati masyarakat yang sudah tua renta, mayoritas dari mereka mengeluhkan penyakit reumatik, diabet dan gatal-gatal alergi. Selain itu bidan Nanik melayani bumil (Ibu hamil) yang memerikasakan kondisi kandungannya. Bidan Nanik berpesan pada mahasiswa KKN 55 UTM untuk berpartisipasi di bidang kesehatan agar bisa berbaur dengan masyarakat sekitar. Tidak hanya itu beliau juga berkata "Bagus kalian ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan begitu kalian bisa tahu bagaimana kesehatan masyarakat di pedesaan terutama kesehatan anak-anaknya".

Selasa, 16 Juli 2019

"Senam Sehat" Bersama Siswa MA-SMP DARUL MUTA'ALLIMIN, Oleh KKN55 UTM




SENAM SEHAT

Senam sehat, dengan siswa SMP dan SMA DARUL MUTA'ALLIMIN (16/07/19). Dilakukan di Lapangan, disertai dengan beberapa guru, yang waktu itu juga diikuti oleh Bpak Kepala Sekolah. Yaitu Bpak Badrun. Dengan dimulai dari pemanasan sekitar 5 menit, disertai dengan beberapa lagu senam. Para siswa mengaku senang karna sebelumnya disekolah Darul Muta'allimin tidak ada Senam, hanya beberapa Olahraga seperti bermain sepak bola, dan beberapa permainan lainnya. 




Pelatihan Produk Unggulan "KRIJA" (Kripik Jagung) Oleh KKN55 UTM di Desa BATOBELLA



Pelatihan Produk Unggulan Krija(Kripik Jagung) oleh kelompok KKN 55 Mahasiswa UTM di Desa Batu bellah kec. Geger Kb. Bangkalan
Desa batu bellah Kec. Geger, Kab. Bangkalan- Pada hari Minggu d (14/07/2019) mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM)  mengadakan Pelatihan Pengolahan Kripik jagung. Pelatihan ini bertempat di Dsn. Cangkreng Desa Batu Bellah. Warga Desa Batu Bellah, ibu-ibu PKK serta remaja desa.

Jagung merupakan salah satu bahan pokok makanan masyarakat batu bellah khususnya Dsn. cangkreng yang banyak di jadikan konsumsi maupun sebagai mata pencarian untuk menambah penghasilan Ekonomi warga Dsn cangkreng. Jagung juga bisa di jual kiluan. Dipasar terdekat. untuk di Jadikan konsumsi pangan Ayam, dll. Di Desa batu bellah Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan,
Dalam kesempatan ini,  mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyumbangkan inovasi pemikiran olahan Jagung yakni dengan mengolah Jagung menjadi kripikk jagung. kripik Jagung menjadi salah satu produk unggulan KKN 55. Dan di adakan pelatihan oleh KKN 55 UTM 2019 Di Desa Batu Bellah. (14/07/2019). bagaimana caranya membuat kripik Jagung.
Dalam pelatihan ini terdiri dari penyampaian materi, tanya jawab, kritik dan saran serta praktek pembuatan kripik jagung (Krija). Pemasaran produk ini bisa di lakukan di pasar atau Di distribusikan ke toko.

Dan alhamdulillah pelatihan krija (Kripik Jagung) di Ds. Batobella diterima dengan baik. "Terimakasih juga sudah memberi motivasi baru, kita bisa tau dan bisa berjualan lewat kripik jagung ini" ujar ibu mina yang membawa produk hasil pelatihan tadi dibawa pulang untuk di cicipi dengan sang suami.
"Alhamdulillah dengan ini kami bisa berjualan di lomba-lomba". "Dan juga bisa di titipkan kesetiap warung, dan hasilnya dibagi untung" - Ujar bapak Samiin selaku kepala Dusun Cangkreng.


Dalam pelatihan ini dihadiri oleh  kepala Dsn. Cangkreng yakni bpk sami'in (panggilan akrabnya Apel) dalam sambutannya beliau mengatakan "saya harap warga memeperhatikan dengan baik pelatihan ini meskipun sebagian sudah tahu pengolahan pembuatan kripik dan apabila ibu PKK mencoba membuatv. produk ini maka akan dikoordinasikan dengan kepala Dsn ( Kadus).
Kami Dari KKN 55 UTM 2019. Mengharap dengan adanya pelatihan ini , produk kripik jagung dapat diproduksi oleh warga baik dikonsumsi sebagai makan ringan maupun dibuat peluang usaha untuk menambah pengahasilan warga.

Produk Unggulan
A. KRIJA (Kripik Jagung)
>ALAT
-Pisau
-Parutan
-Bakul
-Nampan
-Sendok
-Gelas
-Panci
-Cobek dan Ulekan
-Plastik es lilin
-Plastik Pembungkus Krupuk

>BAHAN
-Jagung
-Tepung Tapioka (Tepung Kanji)
-Obat krupuk
-Bawang Putih
-Air
-Daun Bawang
-Bubuk Balado

>Cara Pembuatan
1. Siapkan Parutan, disini yang di gunakan adalah parutan untuk kelapa biasa.  Lalu kemudian parut jagung sebanyak 3 Buah jagung.
2. Setelah selesai memarut jagung,  masukan tepung tapioka (Kanji)  ke dalam bakul yang sudah berisi parutan jagung sebanyak 3 Gelas. Aduk hingga rata
3. Lalu masukan air sedikit demi sedikit sampek adonan mengental,  setalah it masukan obat krupuk sebanyak 3 sendok makan, tidak perlu di tambah garam karena obat krupuknya sudah mengandung garam.
4. Setelah di aduk rata,  lalu masukan daun bawang yang sudah di iris tipis dan kecil-kecil.  Aduk kembali hingga rata
5. Kemudian ulek bawang putih sebanyak 5 siung bawang putih,  setelah halus masukan dalam adonan, lalu aduk sampai rata kembali.
6. Setelah adonan tercampur semua,  masukan dalam plastik es lilin,  agar saat di potong hasilnya bagus dan rapi.
7. Setelah itu rebus adonan kripik jagung. Rebus sampai warna adonan tadi menjadi kecoklatan.
8. Setelah di rebus,  diamkan adonan kiripik jagung tersebut selama 3 jam sammpai 1 hari,  jika ingin lebih padat tunggu sampai 1 hari.
9. Setelah itu,  Adonan KRIJA (Kripik Jagung) di iris tipis-tipis dan di susun dalam nampan.
10. Setelah itu,  jemur adonan yang sudah di iris tadi di bawah terik matahari.  Jika cuaca panas maka cukup 1 hari menjemurnya,  tapi jika cuaca tak menentu maka membutuhkan waktu 2-3 hari.
11. Setelah di jemur dan kering adonan KRIJA siap di goreng dan di masukan dalam kemasan plastiknya.
12. Setelah di kemas KRIJA pun sudah jadi dan siap di jual ataupun di konsumsi oleh warga atau konsumen.
> Untuk harga jual perKRIJA di bandrol dengan harga Rp. 1000 per kemasan,  karena harga yang terjangkau tersebut membuat ibu-ibu antusias mencoba membuat dan menjualnya,  karena keuantungan yang akan di dapat sangat banyak.
> Pangsa pasar KRIJA yaitu dari anak-anak sampek dewasa tidka di khususkan untuk lansia. Karena KRIJA ini cocok untuk cemilan dan sehat serta gurih dan amat renyah degan harga terjangkau.

B.  JASUKE (Jagung Susu Keju)
>ALAT
-Pisau
-Bakul
-Panci
-Sendok
-Parutan Keju
>BAHAN
-Jagung
-Mentega
-Air
-Keju
-Susu

>CARA PEMBUATAN
1. Siapkan pisau, lalu iris jagung dan kulitin tapi dalam keadaan utuh satu persatu jagung, lalu taruh dalam bakul.
2. Setelah itu cuci jagung yang sudah di kupas tadi,  taroh dalam panci yang sudah berisi air.
3. Lalu rebus jagung hingga lembut dan matang.
4. Setelah jagung matang,  tiriskan jagung dari airnya dan saat jagung masih hangat-hangatnya berikan 2-3 sendok makan mentega ke dalam jagungnya.
5. Setelah jagung dan mentega tercampur dengan rata, jagungpun siap di kemas, pengemasannya sangat mudah yaitu :
a.  Masukan jagung ke dalam cup sedang sebanyak setengah cup.
b.  Lalu parut keju, dan masukan ke dalam cup yang sudah berisi jagung tadi.
c.  Setalah itu masukan susu ke dalam cup yang sudah berisi jagung dan keju tadi.
d.  JASUKE pun siap di sajikan di konsumsi.
> Untuk JASUKE sendiri per cup di bandrol dengan harga Rp 3000.
> Pangsa pasar untuk JASUKE yaitu anak-anak sampai remaja usia 25an,  karena JASUKE ini memiliki rasa yang manis yang sangat di sukai anak-anak,  dengan gizi dan khaziat yang tidak kalah bagus.  Sasaran di desa BATOBELA ini yaitu anak-anak sekolah mulai dari TK,  SD,  SMP dan MA. Serta jika ada kegiatan seperti halnya Imtihanan.

Kamis, 11 Juli 2019

Gotong Royong KKN55 "PANEN KACANG"


Gotong Royong

Mahasiswa KKN 55 UTM (Universitas Trunojoyo Madura) berpartisipasi dalam proses memanen kacang bersama warga desa Batobelah (05/07/2019), kegiatan ini merupakan salah satu serangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UTM 55 2019. karna memang mayoritas penduduk desa Batobelah berprofesi sebagai petani, di desa ini padi, kacang dan jagung menjadi  prioritas dalam mencari nafkah. Oleh karena itu saat musim kemarau penduduk disana memanen kacang dan jagung.