Batu Bata
Tanaman Jagung
Kecapi
Tanaman Padi
Tanaman Timun

Sabtu, 11 Agustus 2018

"PAMERAN ONLINE" PRODUK 4

Untuk selanjutnya yaitu produk dari kelompok KKN 52 yang tidak berbahan dasar pisang seperti pada sebelum-sebelumnya, produk kali ini merupakan bahan mentah dimana dapat dijadikan penghasilan bagi warga setempat apabila dijalankan dengan maksimal
Dalam postingan ini juga akan dipaparkan apa-apa saja dan bagaimana cara membuat tanaman ini:

4. Tanaman Hidroponik (tanaman tanpa tanah)

Alat:
a. Bibit sayuran
b. Larutan Nutrisi AB Mix
c. Rockwool
d. Air
e. Sabut Kelapa
f. Kapas

Bahan:
a. Pipa
b. Agua gelas
c. Paku
d. Ember
e. Bambu
f. Gergaji
g. Jarum

Prosedur Pembuatan:
a. Membuat lubang pada pipa menggunakan gergaji




b. Melubangi gelas aqua yang sudah tersedia


c. Mengisi gelas aqua dengan media tanam dan bibit

Pengisian bibit tanaman ke dalam rockwool (media tumbuh akar)


d. Larutkan air tiap bungkus menjadi larutan A dan B ke dalam masing-masing botol plastik menjadi total 500ml per botol



e. Menuangkan larutan nutrisi yang sudah dibuat ke dalam pipa, kemudian pasang gelas aqua yang sudah ada media tanam dan bibit ke dalam pipa



f. Pengisian kembali larutan nutrisi kedalam pipa saat nutrisi hampir habis


g. Tanaman siap dipanen dan dijual setelah berumur 1 bulan



Seperti inilah hasil dari tanaman setelah berumur 1 bulan 



Hasil Produk dari KKN kelompok 52 yang siap dipasarkan dalam bentuk mini

"PAMERAN ONLINE" PRODUK 3

Kemudian untuk produk ketiga dari pameran online yang berasal dari kelompok KKN 52 disini adalah bahan yang juga berbahan dasar pisang, karena komoditas yang begitu banyak di Desa Batobella ini maka pisang menjadi pilihan utama dari beberapa produk unggulan yang akan ditampilkan dalam pameran online kali ini.

3. Gethuk Pisang
Dimana dengan teknik yang sama pula, menghancurkan pisang kemudian dicampurkan dengan beberapa bahan, berikut akan dijelaskan pemaparan dan prosedur bagaimana cara membuatnya

Bahan:
a. Pisang Raja Nangka setengah matang
b. Gula Pasir
c. Daun pisang
d. Lidi

Alat:
a. Dandang/ kukusan
b. Blender atau mixer
c. Pipa paralon


Prosedur pembuatan:

a. Kupas pisang setengah matang

b. Pisang dikukus selama 4 jam sampai berubah warna menjadi coklat keunguan

c. Pisang diblender atau dimixer hingga halus

d. Masukkan adonan ke dalam cetakan (pipa paralon) dan padatkan
disini boleh menggunakan cetakan lainnya selain paralon, adapun apabila memiliki cetakan karakter pun diperbolehkan, dikarenakan hasilnya akan lebih menarik konsumen. memasukkan adonan ke dalam adonan juga harus dilakukan dengan cepat agar adonan bubur pisang tidak mudah mengeras sebelum dimasukkan ke dalam cetakan





Ini menggunakan cetakan pipa paralon yang ukurannya lebih besar dari gambar sebelumnya


e. Keluarkan adonan dari cetakan lalu bungkus dengan daun pisang

Hasil adonan yang sudah dipadatkan, warna agak kekuningan dikarenakan dari efek cahaya dalam pemotretan 

Hasil Pengemasan Produk Unggulan Dari KKN Kelompok 52 

"PAMERAN ONLINE" PRODUK 2

Untuk produk selanjutnya yang akan dipamerkan dalam pameran online disini yaitu bahan yang berbau olahan pisang lagi, berikut akan dijelaskan pemaparan dan prosedur apa-apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan produk ini.

2. Keripik Pisado (Pisang Balado)
Pisang dalam bentuk lembaran-lembaran yang telah digoreng sehingga menghasilkan tekstur yang garing dan krispi

Bahan:

a. Pisang Kepok Mentah



b. Bumbu Balado Instan



c.Bawang Putih
d. Garam
e. Minyak Goreng

Alat:
a. Pisau



b. Pasatan
Dalam hal ini, apabila tidak mempunyai alat pengupas seperti ini bisa dengan menggunakan pisau saja


c. Baskom
d. Alat Penggorengan lengkap

Prosedur Pembuatan:

a. Kupas pisang kepok mentah
Pisahkan pisang dengan kulitnya, usahakan mengupas pisang menggunakan perantara apabila memegang pisangnya, dikarenakan adanya getah dari pisang muda mentah yang sulit untuk dihilangkan di tangan


b. Iris pisang yang sudah dikupas dengan menggunakan pasatan

Seperti ini cara menggunakan pasatan, dan langsung rendam ke dalam campuran bawang putih dan garam


c. Rendam irisan pisang kepok mentah dengan bumbu halus dari campuran bawang putih dan garam

d. Kemudian goreng pisang yang sudah ditiriskan dari air rendaman

Menggoreng menggunakan penggorengan besar agar tekstur pisang dapat kering dengan merata


e. Setelah kering, angkat dan tiriskan




f. Tunggu beberapa saat sampai minyak tiris

g. Campur keripik pisang dengan bumbu instan balado dengan cara dikocok-kocok


Keripik pisang setelah dikocok bercampur dengan bumbu instan balado








Pengemasan pada produk keripik pisado 



Hasil Produk Unggulan Kedua KKN Kelompok 52 UTM





"PAMERAN ONLINE" PRODUK 1

Dalam mempersiapkan beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pameran online, maka adapun suatu produk yang menjadi program unggulan dari beberapa program kerja yang dipilih diantanya adalah:

1. Fruitleather (Banana Leather)

Bahan:
-          Pisang 


Alat:
-          a. Blender



-          b. Loyang


-          c. Pelet


-          d. Oven


-          e. Kertas Glassin (Kertas tipis dan memiliki tekstur yang ringan, biasa ada pada pembungkus nasi pada makanan cepat saji)


-          f. Sendok
 g. Wadah (Wadah disini bisa berupa panci atau apapun yang digunakan untuk tempat adonan yang berbentuk bubur pisang)
h. Gunting


Prosedur Pembuatan:

a. Mengupas pisang
b. Mencuci pisang pada umumnya
c. Memotong pisang dengan bentuk yang memudahkan untuk di blender, sehingga cepat dalam proses penghancuran
d. Menghaluskan pisang dengan menggunakan blender yang tersedia, kenapa menggunakan blender dikarenakan jika hanya dihancurkan dengan menggunakan tangan saja maka tekstur pisang tidak akan merata halus seperti bubur. Kadang masih terdapat biji ataupun tengah pisang yang keras yang masih utuh
e. Memasak bubur pisang


f. Meratakan bubur pisang diatas loyang yang telah dialasi dengan kertas glassin




Diratakan menggunakan spatula


Diratakan menggunakan solet atau pelet





Setelah dihaluskan makan akan menjadi seperti ini 

g. Mengeringkan dengan suhu 30 derajat C atau selama 2 jam jika menggunakan oven, apabila terhalang oleh alat maka bisa digunakan sinar matahari yang terik sampai benar-benar kering merata 

Selesai semua prosedur pembuatan beserta alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan banana leather, apabila dijual dalam pasaran maka kisaran harga yang diberikan kira-kira mencapai RP 30.000 per bungkus. Berikut akan dipaparkan gambar setelah proses pengeringan beserta pengemasan banana leather sebagai produk unggulan dari kelompok KKN 52 UTM


Ini hasil dari kertas bubur pisang yang sudah mengering 


Lembaran-lembaran pisang kertas tadi digunting dengan bentuk yang rapi


Kemudian dikelupas secara perlahan dari kertas yang ada sebagai alas



Seperti inilah cara mengelupas dengan hati-hati sehingga menghasilkan lembaran yang tidak bolong



Lembaran-lembaran pisang



Gulung lembarang sehingga menyerupai pipa yang siap untuk dikonsumsi



Gulungan Lembaran yang siap untuk dikemas



Inilah tampilan Banana Leather produk unggulan dari KKN kelompok 52 UTM





Jumat, 10 Agustus 2018

Pelatihan Hidup Bersih dan Sehat Bersama Teknisi Kesehatan dari Puskesmas Geger


Pelatihan Hidup Bersih dan Sehat Bersama Teknisi Kesehatan dari Puskesmas Geger
 
Pemberian Cinderamata Kepada Para Bidan Puskesmas Geger
Bangkalan - (06/08) Acara yang diselenggarakan oleh para mahasiswa KKN kelompok 52 Universitas Trunojoyo Madura ini bekerja sama dengan instansi yang ada di sekitar daerah Desa Batobella. Dengan mengusung tema Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan sekitar, acara ini memilih tempat di SDN Batobella 1. Dikarenakan kurangnya perhatian dan kesadaran dari berbagai pihak yang ada, maka dibuatlah program kerja tambahan yang dapat bermanfaat untuk pihak sekolah maupun yang berada di sekitarnya.
Dengan mendapatkan usulan dari pihak sekolah mengenai sasaran mana yang akan dijadikan sebagai tujuan dari diadakannya sosialisasi dan pelatihan ini, maka mahasiswa KKN kelompok 52 ini dengan antusias mengadakan sosialisasi beserta pelatihan gosok gigi bersama para dokter dan ibu bidan yang ada.

Suasana Saat Tanya Jawab dalam Sosialisasi Pelatihan Hidup Bersih dan Sehat
"Dengan adanya acara ini, maka untuk kedepannya dapat kita lakukan sosialisasi-sosialisasi dan pelathian lainnya yang bermaksud untuk membenahi lingkungan dan keadaan sekolah kita yang seperti ini" papar kepala sekolah SDN Batobella 1
Keadaan sekolah di SDN Batobella 1 memang bisa dikatakan kurang dalam hal fasilitas dari segi lingkungan sekitar maupun properti yang ada di sekolah, tapi dengan adanya sosialisasi yang sedang berlangsung maka diharapkan dapat membuka kesadaran diri dan inisiatif bahwa hidup sehat dimulai dari diri sendiri, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi lingkungan yang ada di sekitarnya. Termasuk di sekolah, ataupun di rumah.
"Untuk selanjutnya akan kita usahakan untuk ketersediaan dari kotak P3K yang ada di sekolah pak, sehingga dapat menambah fasilitas yang ada disini" ujar Zaitun Ermawati, SST selaku bidan di puskesmas Geger
Kedatangan pihak puskesmas Geger yang secara langsung melihat kondisi di sekolah memberikan hal positif bagi pihak sekolah maupun para murid untuk tetap dan terus mengembangkan hidup sehat baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Agar untuk kedepannya keadaan sekolah akan menjadi lebih baik dalam menunjang kegiatan belajar mengajar yang baik dan efektif.
Pelatihan hidup bersih dan sehat menurut pendapat Zaitun Ermawati, SST disini terdiri dari 8 indikator, diantaranya cuci tangan memakai sabun, membeli jajan di kantin sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti kegiatan olahraga, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk di sekolah, dan yang terakhir tidak merokok di sekolah.
"Acara ini sangat mendukung sekali untuk dilaksanakan, dan ini merupakan yang pertama kalinya disini, harapannya dengan adanya sosialisasi ini seluruh masyarakat baik dengan guru maupun siswa siswi disini untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah" ujar Dr. Mujiono, selaku kepala sekolah SDN Batobella 1.
Berbagai reaksi dan tanggapan dari para siswa mengenai diadakannya pelatihan hidup sehat dan bersih ini sangat beragam, ada yang mendengarkan dari awal sampai akhir, ada yang mencatat sambil bergurau dengan temannya di belakang, sampai ada yang tidak mendengarkan sama sekali sehingga ia sampai dipanggil maju ke depan oleh pemateri yang tengah menjelaskan saat sosialisasi berlangsung.

Pengarahan kepada Siswa Tentang Cara Menggosok Gigi dengan Benar

Sedangkan saat pelatihan gosok gigi di halaman depan sekolah berlangsung sangat meriah, antusiasme para siswa dalam mengikuti diselingi sambil bermain air membuat acara gosok gigi bersama menjadi ramai. Ketersediaan air yang minim tidak membuat acara pelatihan disini terhambat, berbondong bondong mahasiswa KKN kelompok 52 bersama dengan para guru membantu menyalurkan air menuju tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) di sekolah.
Dengan demikian program kerja mahasiswa KKN kelompok 52 ini secara tidak langsung membantu dan memudahkan akses menuju fasilitas hidup bersih dan sehat dalam sistem pendidikan yang ada di Desa Batobella ini.

Hidroponik, Solusi Efektif untuk Masyarakat di Desa Batobella oleh Mahasiswa UTM (Universitas Trunojoyo Madura)


Suasana Saat Sosialisasi Berlangsunng
Bangkalan - (04/08) Salah satu program unggulan lagi dari teman-teman KKN kelompok 52, terselenggara dengan lancar dan sukses membuat perubahan pada mindset para petani tentang solusi dari permasalahan di ladang dan kebun mereka. Pada hari sabtu lalu masyarakat Desa Batobella, khususnya yang bermata pencaharian petani dan termasuk dalam komunitas kelompok tani di desa tersebut, berbondong-bondong untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan tanaman Hidroponik.
Hidroponik disini merupakan suatu cara atau penyelesaian untuk mengatasi perbedaan tanah dan tumbuhan musiman yang terjadi di Desa Batobella ini. Metode menumbuhkan tanaman di dalam larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanam. Sehingga disini hanya menggunakan larutan nutrisi yang terdiri dari beberapa kandungan yang memungkinkan untuk pertumbuhan dalam tumbuhnya setiap tanaman yang ada.
"Iya itu malah bagus mas, saya tertarik dengan adanya program kerja yang berhubungan dengan pertanian disini" kata H. Bashirun selaku kepala tani di Desa Batobella. Ia juga sering mengikuti beberapa pelatihan mengenai pertanian sejak tahun 2000-an.
Solusi yang diberikan oleh mahasiswa KKN kelompok 52 dalam program kerja unggulan ini mendapatkan respon positif dari beberapa pemuda dan para petani di Desa Batobella ini, dikarenakan solusi ini merupakan yang pertama kali dilakukan beserta pelatihan yang langsung dalam sebuah proses sosialisasi mengenai pertanian.
"Untuk menambah wawasan sekaligus pengetahuan mengenai cara penanganan dan solusi efektif untuk tanaman tanpa tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bebas dari hama dan gulma di sekelilingnya” ujar Yuyun salah satu penanggungjawab program Hidroponik KKN kelompok 52.
Hal yang melatarbelakangi dibuatnya program kerja tanaman tanpa tanah dengan menggunakan Hidroponik ini selain untuk menyalurkan dan membagi ilmu beserta pengalaman dari mahasiswa KKN kelompok 52, yaitu dengan melihat dari komoditas yang banyak, akan tetapi tidak maksimal dalam panen di setiap bulannya. Ada bulan-bulan tertentu dan musim lain yang biasa menjadi pertumbuhan tanaman pada setiap panennya. Jadi untuk memaksimalkan pertumbuhan dan pemanenan setiap tumbuhan musiman yang ada, maka digunakanlah Hidroponik sehingga dapat memaksimalkan hasil tani yang berlimpah jenisnya.
 Sistem Hidroponik yang digunakan dalam praktiknya terdapat 2 jenis, diantaranya sistem NFT (Nutrient Fluid Technique) dan sistem apung. Tapi dalam sosialisasi dan pelatihan yang telah diadakan oleh mahasiswa KKN kelompok 52 ini, menggunakan sistem apung, sistem apung disini merupakan penambahan nutrisi pada tanaman diberikan secara langsung atau dituangkan ke dalam media tanam yang telah disiapkan.
Cara pembuatan Hidroponik disini sangat mudah, dengan menggunakan media berupa kapas, arang sekam, rockwool, dan bahkan bisa dengan menggunakan sabut kelapa, atau bisa juga dengan menggunakan media lain, yang dapat dijadikan sebagai media tumbuh akar dari tanaman tersebut sehingga tidak menggunakan tanah. Sedangkan untuk alatnya bisa dijumpai dari alat sehari-hari diantaranya, pipa, aqua gelas, paku, ember, bambu, gergaji, dan jarum. Bahan yang disediakan alah satunya terdapat larutan nutrisi AB mix, dimana larutan A bisa disebut sebagai larutan Hidroponik 1 dan untuk larutan B bisa disebut larutan Hidroponik 2.
Larutan Hidroponik yang awalnya awam di mata masyarakat di desa ini, sekarang menjadi dikenal dalam pandangan dan keseharian masyarakat di Desa Batobella. Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi perilaku seseorang individu dalam kesehariannya sebagai seorang petani di desa.   


Suasana Saat Pelatihan Hidroponik