Jumat, 10 Agustus 2018

Hidroponik, Solusi Efektif untuk Masyarakat di Desa Batobella oleh Mahasiswa UTM (Universitas Trunojoyo Madura)


Suasana Saat Sosialisasi Berlangsunng
Bangkalan - (04/08) Salah satu program unggulan lagi dari teman-teman KKN kelompok 52, terselenggara dengan lancar dan sukses membuat perubahan pada mindset para petani tentang solusi dari permasalahan di ladang dan kebun mereka. Pada hari sabtu lalu masyarakat Desa Batobella, khususnya yang bermata pencaharian petani dan termasuk dalam komunitas kelompok tani di desa tersebut, berbondong-bondong untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan tanaman Hidroponik.
Hidroponik disini merupakan suatu cara atau penyelesaian untuk mengatasi perbedaan tanah dan tumbuhan musiman yang terjadi di Desa Batobella ini. Metode menumbuhkan tanaman di dalam larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanam. Sehingga disini hanya menggunakan larutan nutrisi yang terdiri dari beberapa kandungan yang memungkinkan untuk pertumbuhan dalam tumbuhnya setiap tanaman yang ada.
"Iya itu malah bagus mas, saya tertarik dengan adanya program kerja yang berhubungan dengan pertanian disini" kata H. Bashirun selaku kepala tani di Desa Batobella. Ia juga sering mengikuti beberapa pelatihan mengenai pertanian sejak tahun 2000-an.
Solusi yang diberikan oleh mahasiswa KKN kelompok 52 dalam program kerja unggulan ini mendapatkan respon positif dari beberapa pemuda dan para petani di Desa Batobella ini, dikarenakan solusi ini merupakan yang pertama kali dilakukan beserta pelatihan yang langsung dalam sebuah proses sosialisasi mengenai pertanian.
"Untuk menambah wawasan sekaligus pengetahuan mengenai cara penanganan dan solusi efektif untuk tanaman tanpa tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bebas dari hama dan gulma di sekelilingnya” ujar Yuyun salah satu penanggungjawab program Hidroponik KKN kelompok 52.
Hal yang melatarbelakangi dibuatnya program kerja tanaman tanpa tanah dengan menggunakan Hidroponik ini selain untuk menyalurkan dan membagi ilmu beserta pengalaman dari mahasiswa KKN kelompok 52, yaitu dengan melihat dari komoditas yang banyak, akan tetapi tidak maksimal dalam panen di setiap bulannya. Ada bulan-bulan tertentu dan musim lain yang biasa menjadi pertumbuhan tanaman pada setiap panennya. Jadi untuk memaksimalkan pertumbuhan dan pemanenan setiap tumbuhan musiman yang ada, maka digunakanlah Hidroponik sehingga dapat memaksimalkan hasil tani yang berlimpah jenisnya.
 Sistem Hidroponik yang digunakan dalam praktiknya terdapat 2 jenis, diantaranya sistem NFT (Nutrient Fluid Technique) dan sistem apung. Tapi dalam sosialisasi dan pelatihan yang telah diadakan oleh mahasiswa KKN kelompok 52 ini, menggunakan sistem apung, sistem apung disini merupakan penambahan nutrisi pada tanaman diberikan secara langsung atau dituangkan ke dalam media tanam yang telah disiapkan.
Cara pembuatan Hidroponik disini sangat mudah, dengan menggunakan media berupa kapas, arang sekam, rockwool, dan bahkan bisa dengan menggunakan sabut kelapa, atau bisa juga dengan menggunakan media lain, yang dapat dijadikan sebagai media tumbuh akar dari tanaman tersebut sehingga tidak menggunakan tanah. Sedangkan untuk alatnya bisa dijumpai dari alat sehari-hari diantaranya, pipa, aqua gelas, paku, ember, bambu, gergaji, dan jarum. Bahan yang disediakan alah satunya terdapat larutan nutrisi AB mix, dimana larutan A bisa disebut sebagai larutan Hidroponik 1 dan untuk larutan B bisa disebut larutan Hidroponik 2.
Larutan Hidroponik yang awalnya awam di mata masyarakat di desa ini, sekarang menjadi dikenal dalam pandangan dan keseharian masyarakat di Desa Batobella. Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi perilaku seseorang individu dalam kesehariannya sebagai seorang petani di desa.   


Suasana Saat Pelatihan Hidroponik

Lokasi: Geger, Bangkalan Regency, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar