Jumat, 19 Juli 2019

KKN55 Tematik UTM, Menyemarakkan "Bahaya Narkoba Dikalangan Pelajar" Di Desa Batobella. Khususnya di Yayasan Darul Al-Muta'alillimin.



KKN55 Tematik UTM, Menyemarakkan "Bahaya Narkoba Dikalangan Pelajar" Di Desa Batobella. Khususnya di Yayasan Darul Al-Muta'alillimin.

Jumat (19/07/2019), KKN55 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan Penyuluhan "Bahaya Narkoba Dikalangan Pelajar" dengan slogan "Fight To DRUG".
Saat ini maraknya penyebaran narkoba di negeri kita bisa dikatakan hampir mencapai tingkat kritis, pasalnya tidak hanya di kawasan kota saja bahkan narkoba masuk ke pelosok-pelosok atau pedesaan. Narkoba sama menghawatirkannya dengan korupsi, kedua hal tersebut yang membobrok nilai moral bangsa kita. Yang diselanggarakan di Yayasan Darul Al-Muta'allimin, dusun Denarah desa Batobella kec.Gegger kabupaten Bangkalan dengan pembicara : Bapak Biduriddin selaku kepala Kapolsek Kecematan gegger, Bapak Kh. Abdul Mujib Chotib, selaku kepala yayasan Pondok pesantren Al-Muta'allimi dan para dewan guru, serta Bapak Ismar selaku Kepala Desa Batobella. Penyuluhan ini di adakan atas kerjasama mahasiswa KKN55 Universutas Trunojoyo Madura Dan Kapolsek Geger guna membenahi remaja kaum pelajar dari dampak-dampak negative menggunakan barang illegal tersebut.

Seperti yang kita ketahui Penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di Indonesia saja, di berbagai belahan dunia Narkoba masih menjadi momok menakutkan dan yang paling sulit untuk di berantas, pasalnya kesadaran akan kesehatan kini kian terus menipis, dan pemerintah kesulitan untuk mencegah hal tersebut di karenakan Bandar serta pengedarnya menjamur dimana-mana serta di dukung dengan tehnik-tehnik mereka yang mulai lebih kreatif dalam menyebar luaskan barang dagangan mereka. Tak heran di seluruh dunia narkoba masih berada di posisi atas yang menyebabkan rendahnya moral bangsa.

Selain untuk membuka pikiran bahayanya narkoba Penyuluhan ini mengingatkan kaum pelajar di desa Batobella diataranya:

Salah satu hal penting yang harus disadari generasi muda adalah bahwagenerasi muda tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab atas problematika bangsa yang dihadapi saat ini.

Generasi muda harus berperan serta dan berada dalam garis terdepan, dalam melakukan perubahan, hanya dengan demikianlah pemuda menjaga keutuhan bangsa ini, mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar, untuk mengantisipasi terjadinya penjajahan gaya baru disegala aspek, atas derasnya arus globalisasi yang tak terbendung juga merupakan salah satu menjaga negara ini.

Hal lain yang tak kalah pentingnya,generasi muda harus memiliki kepekaan sosial dan memiliki tanggung jawab atas kondisi masyarakat saat ini, maka harus turut serta mencari solusinya.

Dengan membangun kesadaran itulah, maka generasi muda telah melakukan salah satu dari sekian banyak aspek untuk menjaga keutuhan Negara ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia



3 komentar:

  1. Mantaappp lanjutkan, semoga menjadi mahasiswa yg bermanfaat bagi seluruh bangsa , Semoga benar2 menerapkan tri fungsi mahasiswa 🚩🏳

    BalasHapus
  2. Wihhh keren.. smangat kaka2....👍

    BalasHapus