Kecapi


Merupakan tanaman musiman yang dapat tumbuh subur di perkebunan milik warga Desa Bato Bellah dan tidak jarang pula dapat ditemui di sepanjang pinggir jalan pedalaman Desa Bato Bellah pohon ini tidak banyak memerlukan perawatan khusus dan tumbuh secara alami berkat suburnya tanah Desa Bato Bellah. Pohon kecapi yang berada di Desa Bato Bellah tumbuh secara liar dan tidak dilakukan pembudidayaan. Tinggi pohon kecapi kurang lebih antara 20- 30 meter. Pohon mengandung getah dengan jumlah daun majemuk dan berselang- seling serta berbentuk membulat dan agak runcing pada bagian ujungnya.
Buah kecapi yang masih muda berwarna hijau dan semakin tua atau matang akan berwarna kekuningan atau oranage. Bagian luar buah atau kulit buah berbulu halus dan tebal. Buah kecapi berbentuk seperti buanh manggis dimana daging berwarna putih dan terdiri atas 3- 5 biji dengan keping biji berwarna merah. Rasa buah kecapi saat muda sangat asam dan apabila telah masak akan mempunyai paduan rasa manis dan asam.
Masyarakat Desa Bato Bellah memanfaatkan buah kecapi untuk dikonsumsi secara lasung. Ketika jumlah buah melimpah maka masyarakat biasa menjualnya di pasar. Masyarakat Desa Bato Bellah belum bisa memanfaatkan buah kecapi secara variatif, sehingga hasil panen kecapi tidak maksimal secara ekonomis.

0 komentar:

Posting Komentar